Musik House Disebut Menggema hingga Pagi, Warga Desak APH dan Satpol PP Razia Ketat THM di Sintang

Berita, Hukum18 Dilihat
banner 468x60

Sintang, TajamKalbar

Belum adanya tindakan tegas maupun penangkapan oleh aparat penegak hukum (APH) terkait dugaan aktivitas yang meresahkan di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Sintang kembali menjadi sorotan. Warga mendesak aparat gabungan bersama instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan penertiban dan pemeriksaan secara menyeluruh.

banner 336x280

Berdasarkan keterangan seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, sejumlah tempat hiburan malam yang menjadi perhatian, yakni Cafe Kece, Cafe Paradise, Cafe Mabes, dan Cafe Cozzy, diduga menjalankan aktivitas hiburan hingga larut malam, bahkan menjelang pagi.

Sumber tersebut mengungkapkan, musik beraliran house atau yang dikenal masyarakat sebagai musik geleng-geleng disebut terdengar dari dalam Rom Cafe sejak tengah malam hingga pagi hari. Bahkan, menurutnya, suara musik tersebut terkadang masih terdengar hingga siang hari.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai aktivitas yang sebenarnya berlangsung di dalam tempat hiburan tersebut.

Menurut sumber tersebut, apabila musik terus berbunyi hingga waktu yang dinilai tidak wajar, aparat perlu melakukan pemeriksaan langsung terhadap pengunjung, termasuk tes urine apabila diperlukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kalau musik house alias musik geleng-geleng di dalam Rom Cafe bunyi tengah malam hingga pagi hari, kadang sampai siang hari, apa yang dibuat pengunjung di dalam? Karaoke nyanyi juga tidak. Coba kalau tempat itu didatangi tim gabungan, langsung tes urine,” ujar sumber tersebut dengan nada kesal.

Pernyataan itu merupakan dugaan dan pertanyaan dari sumber, bukan kesimpulan bahwa telah terjadi penyalahgunaan narkotika di tempat hiburan tersebut. Oleh karena itu, pemeriksaan langsung oleh pihak berwenang dinilai penting untuk memastikan aktivitas yang berlangsung di dalamnya.

Diduga Ada Penjagaan di Pintu Masuk, Efektivitas Razia Dipertanyakan

Lebih lanjut, sumber tersebut menilai penertiban tempat hiburan malam tidak mudah dilakukan apabila terdapat orang yang berjaga di pintu masuk dan diduga memantau kedatangan aparat.

Menurutnya, keberadaan orang yang mengawasi situasi di pintu masuk menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan informasi razia diketahui terlebih dahulu oleh pihak tempat hiburan.

“Lanjutnya, susah juga mau ditangkap kalau dari pantauan, tempat itu ada yang jaga di pintu masuk, ibarat tukang monitor kalau ada razia. Wajar kalau ada razia bocor terus, atau memang ada dugaan main mata?” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa dugaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Jika benar terdapat kebocoran informasi razia atau praktik yang menghambat penegakan aturan, hal itu harus diperiksa secara profesional dan dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.

Sumber tersebut juga menyoroti lokasi tempat hiburan yang disebut berada di tengah Kota Sintang dan berdekatan dengan kawasan permukiman warga. Kondisi itu, menurutnya, membuat pengawasan terhadap jam operasional dan aktivitas hiburan malam menjadi penting agar tidak mengganggu ketenteraman masyarakat.

Warga Keluhkan Suara Musik hingga Subuh

Di tempat terpisah, seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut turut membenarkan bahwa suara musik terkadang masih terdengar dari lingkungan permukiman pada tengah malam hingga subuh, bahkan ketika matahari mulai terbit.

Meski terdengar samar-samar, warga menilai penggunaan peredam suara di dalam bangunan tidak sepenuhnya menghilangkan suara musik dari lingkungan sekitar.

“Ya, namanya musik, biar pakai peredam di dalam, di kampung sekitarnya ya terdengar samar-samar begitu saja,” ucap warga tersebut.

Keterangan warga ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi dampak aktivitas tempat hiburan malam terhadap lingkungan permukiman.

Namun, untuk memastikan tingkat kebisingan, jam operasional, serta ada atau tidaknya pelanggaran, diperlukan pemeriksaan langsung oleh instansi yang memiliki kewenangan.

Warga Desak Satpol PP, Polri, TNI, dan BNN Turun Tangan

Atas kondisi tersebut, warga mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama aparat gabungan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), TNI, serta instansi terkait di lingkungan pemerintah daerah untuk segera melakukan razia dan pengawasan ketat terhadap tempat hiburan malam yang menjadi sorotan.

Warga juga meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) dilibatkan sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku, khususnya apabila ditemukan indikasi yang memerlukan pemeriksaan terkait dugaan penyalahgunaan narkotika.

Mereka berharap penertiban tidak hanya dilakukan sesaat atau sebatas pemeriksaan di bagian luar bangunan, tetapi juga mencakup kepatuhan terhadap perizinan, jam operasional, ketentuan kebisingan, serta aspek lain yang menjadi kewenangan masing-masing instansi.

Selain itu, pengawasan dinilai perlu dilakukan secara konsisten agar pelaksanaan razia benar-benar efektif. Apabila ditemukan pelanggaran, warga meminta aparat mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pandang bulu.

Desakan masyarakat tersebut sekaligus menjadi pertanyaan bagi instansi terkait mengenai sejauh mana pengawasan terhadap tempat hiburan malam di Kota Sintang telah dilaksanakan, terutama terhadap lokasi yang disebut beroperasi hingga pagi hari dan berada di dekat permukiman warga.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola tempat hiburan yang disebutkan. Tanggapan dari Satpol PP, Polri, TNI, BNN, dan instansi terkait mengenai dugaan aktivitas tersebut juga belum diperoleh.

(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed